Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2015

Pelecehan Seksual Pada Anak





Klikdokter.com – Apa saja yang bisa disebut sebagai pelecehan seksual? Pelecehan seksual merupakan tindakan-tindakan yang ada unsur menyentuh/meraba dan tidak untuk tujuan kepuasan seksual pelaku.
Beberapa contoh tindakan pelecehan seksual yang ada unsur perabaan/menyentuh pada anak adalah :
- Meraba bagian kemaluan anak atau bagian intim lain untuk kepuasan seksual 
- Menyuruh anak meraba bagian kemaluan orang lain, bermain kegiatan seksual atau melakukan
   hubungan seksual dengan cara memasukkan tangan/lidah/penis atau barang-barang ke dalam vagina, ke
  dalam mulut atau anus untuk kepuasaan seksual.
Beberapa contoh tindakan pelecehan seksual yang tidak ada unsur perabaan/menyentuh pada anak adalah :
- Memperlihatkan film porno ke anak 
-Memperlihatkan kelamin orang dewasa ke anak-anak 
- Mengambil foto anak dalam pose seksual 
- Memaksakan anak mendengar atau menonton kegiatan seksual 
- Menonton anak membuka baju di kamar mandi

Beberapa gejala/perilaku yang perlu diwaspadai pada anak dan remaja akan kemungkinan sudah terjadi pelecehan seksual  (hal-hal ini juga dapat muncul pada keadaan stres, perceraian, atau masalah di rumah dan sekolah):
- Mimpi buruk / gangguan tidur 
- Menjadi pendiam, menarik diri dan menjadi sensitif 
- Perubahan perilaku, perasaan yang berubah cepat dan berteriak-teriak atau menangis tanpa sebab 
- Perliaku anak-anak muncul kembali seperti mengompol 
- Takut akan suatu tempat atau orang 
- Kemarahan secara tiba-tiba 
- Perubahan pola makan 
- Menggunakan kata-kata orang dewasa untuk organ tubuh tertentu tanpa sumber yang jelas 
- Menceritakan mengenai teman baru yang lebih tua yang suka memberikan uang atau hadiah 
- Mencelakai diri sendiri (memotong, membakar atau kegiatan mencelakai lainnya) 
- Tanda-tanda fisik seperti memar atau nyeri pada daerah kelamin atau mulut, muncul gejala penyakit
   menular seksual, atau kehamilan 
- Lari dari rumah/lingkungan 
- Tidak mau ditinggal sendiri dengan orang tertentu 

Beberapa tanda fisik yang perlu diperhatikan yang menunjukkan bahwa terjadi pelecehan seksual adalah:
-Nyeri/perubahan warna/pendarahan atau cairan yang keluar dari vagina, anus, atau mulut.  
- Nyeri yang berlangsung terus menerus saat buang air kecil/besar 
- Mengompol atau buang air besar secara tiba-tiba. 

Bila muncul keluhan-keluhan ini terutama bila disertai dengan kelainan fisik yang terlah diutarakan diatas, segera bawa anak Anda agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Selasa, 14 Oktober 2014

Polusi Asap Turunkan Kecerdasan Anak


Ditulis oleh:
dr. Dissy Pramudita
Anggota Dewan Redaksi Medis
Klikdokter.com

Klikdokter.com - Selain membahayakan saluran pernapasan, ternyata polusi asap juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kecerdasan otak. Suatu penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar oleh polusi udara di kota sejak dalam kandungan akan memiliki IQ yang lebih rendah daripada anak-anak yang kurang terpapar. Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Frederica P.Perera, Direktur Columbia Center for Children’s Environmental Health, dkk dan telah diterbitkan oleh Journal of American Academy of Pediatrics pada bulan juli tahun 2009.
Menurut hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa IQ anak usia 5 tahun di kota New-York yang telah terpapar oleh polusi udara yang tinggi akan Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) sejak dalam kandungan akan lebih rendah 4 poin daripada anak-anak yang kurang terpapar terhadap PAH. PAH merupakan suatu zat kimia yang terdapat di dalam udara akibat proses pembakaran batu bara, diesel, oli, gas, dan benda-benda lain yang mengandung karbon seperti rokok. Di daerah perkotaan, PAH terutama dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Meskipun penurunan IQ yang terjadi hanya 4 poin, namun hal tersebut sudah cukup mempengaruhi kemampuan akademis anak di sekolah.
Disamping mempengaruhi perkembangan otak anak sejak dalam kandungan, polusi udara juga memberikan pengaruh negatif terhadap otak orang dewasa. Hal ini dibuktikan melalui penelitian pada tahun 2008 yang dilakukan terhadap orang-orang berusia 20-50 tahun. Melalui penelitian yang merupakan kerja sama antaraSchool of Public Health di Harvard University dan University of North Carolina di Chapel Hill, menunjukkan bahwa kadar ozon dalam udara yang tercemar dapat menurunkan konsentrasi, menimbulkan short-term memory dan menurunkan respon otak yang setara dengan kemunduran otak pada usia 3,5-5 tahun lebih tua dari usia sebenarnya.

Memilih Multivitamin Terbaik untuk Anak



klikdokter.com – Tidak sedikit produk multivitamin untuk anak yang beredar di pasaran. Tak ayal membuat kita bingung untuk memilih yang terbaik untuk buah hati kita. Sementara kebutuhan nutrisi untuk anak tidak bisa menunggu dan coba-coba. Untuk menentukan kebutuhan multivitamin yang tepat bagi anak, terdapat Beberapa faktor yang sebaiknya menjadi pertimbangan untuk Memilih Multivitamin Terbaik untuk Anak, antara lain:
Terdiri dari bahan alami
Tidak ada salahnya Anda memperhatikan multivitamin yang memiliki bahan-bahan alami yang telah dikenal lama dan terbukti melalui beberapa penelitian memiliki khasiat. Namun bagaimana agar Anda mengetahui bahwa produk tersebut memang berkhasiat? Jadilah konsumen yang cerdas dan kritis sebelum membeli suatu produk:
  1. Tanyakan dan berkonsultasilah dengan dokter atau farmasi
  2. Carilah temuan dan bukti riset ilmiah dari kandungan bahan suplemen tersebut
  3. Hubungi dan kontak perusahaan atau distributor, tanyakan secara spesifik mengenai produk yang hendak Anda beli.
Sesuai dengan kebutuhan
Sesuaikan multivitamin yang Anda pilih untuk anak adalah multivitamin yang sesuai dengan kebutuhan tubuh anak, meliputi:
  1. Nutrisi lengkap
    Kebutuhan nutrisi yang lengkap tidak hanya menjadi jawaban bagi tubuh sang buah hati. Tetapi juga sekaligus untuk organ terpentingnya, yakni otak. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi untuk otaknya, maka anak akan mudah terbantu dalam hal konsentrasi dan membantu pertumbuhan menjadi pintar cemerlang.
  2. Meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh
    Daya tahan tubuh penting adanya untuk mempertahankan kelangsungan pertumbuhan anak. Karena dengan demikian anak tidak mudah sakit.
  3. Memperbaiki nafsu makan anak
    Ketika anak sedang sakit ataupun ketika kebutuhan nutrisinya menjadi terbatas karena asupan yang bernutrisinya berkurang, multivitamin yang memiliki fungsi memperbaiki nafsu makan anak.
  4. Membantu masa pertumbuhan & perkembangan anak
    Nutrisi adalah hal yang sangat esensial pada masa pertumbuhan anak. Jangan sampai kebutuhan nutrisi anak Anda gagal terpenuhi karena kurang tepat memilih multivitamin untuk anak.
Curcuma Plus memberikan solusi untuk kebutuhan nutrisi anak Anda. Anda dapat menentukan Curcuma Plus yang cocok bagi buah hati Anda:
  1. Curcuma Plus Lysine
    Multivitamin yang membantu memperbaiki nafsu makan anak dengan kandungan lysine. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan England Journal of Medicine pada 2005 lalu, ditemukan terbukti sebagai asam amino yang memfasilitasi produksi enzim dalam sistem pencernaan sehingga anak mempunyai stamina dan nafsu makan yang baik.
  2. Curcuma Plus Fruit & Veggie
    Membantu anak tercukupi kebutuhan serat buah dan sayur dengan kombinasi ekstrak curcuma dan 11 ekstrak buah dan sayuran.
  3. Curcuma Plus Imuns
    Membantu memelihara daya tahan tubuh anak dengan baik sehingga tidak mudah sakit. Mengandung Echinacea, tumbuh-tumbuhan dari daratan Amerika yang secara klinis sudah terbukti mampu mengaktifkan kerja antar saraf dan limfosit di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  4. Curcuma Plus Sharpy
    Membantu anak dalam belajar dan bertumbuh semakin pintar. Karena mengandung AA (Arachidonic Acid) yang merupakan asam lemak omega-6 yang dikombinasikan dengan DHA yang merupakan asam lemak omega-3, dimana memiliki peran penting untuk membantu meningkatkan komunikasi sel di dalam otak sehingga membantu meningkatkan kecerdasan.
  5. Curcuma Plus Grow
    Membantu pada masa pertumbuhan & perkembangan anak. Mengandung minyak ikan kod yang berasal dari hati ikan. Minyak ikan kod yang kaya akan omega-3, vitamin A, dan D yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Curcuma Plus Grow juga diperkaya kalsium yang membantu pertumbuhan tulang dan gigi  yang kuat.

Yoga untuk Ibu dan Si Kecil







Klikdokter.com - Akibat tren yang tumbuh di masyarakat dan kesadaran akan manfaat yoga, saat ini sudah banyak jenis yoga yang menjamur masyarakat, salah satunya adalah yoga untuk anak dan ibu. Manfaat yoga bagi anak tidak banyak berbeda dari manfaat yoga pada umumnya. Pada anak-anak, seringkali manfaat tersebut dapat terlihat melalui anak yang menjadi lincah, cepat belajar hal baru, jarang tantrum (jarang rewel) ataupun jarang sakit.

Sebenarnya tidak ada aturan tertentu kapan seorang anak dapat mulai melakukan yoga. Akan tetapi apabila kelas yoga tandem yang dilakukan melibatkan si kecil untuk juga melakukan gerakan-gerakan yoga yang sama, maka harus dipikirkan aspek perkembangan kemampuan motorik si kecil.
Jangan sampai gerakan-gerakan yang dilakukan terlalu rumit atau justru membahayakan si kecil. Secara umum, biasanya anak usia 3 tahun ke atas sudah dapat melakukan pose-pose yoga sederhana dengan mencontoh.
Pada usia 5 tahun ke atas, anak baru dapat mengikuti instruksi dengan lebih baik dan koordinasi sudah lebih terasah untuk melakukan kebanyakan gerakan yoga. Tentunya untuk memastikan bahwa kelas yoga yang diikuti sudah sesuai dengan perkembangan umur si kecil, maka sebaiknya ikuti kelas yoga yang dipandu oleh instruktur yoga yang terlatih dan berpengalaman menangani anak-anak. Penekanan pada anak-anak bukanlah pada pose yoga yang benar atau sempurna akan tetapi lebih kepada pernapasan dan perkenalan pose.
Jenis yoga ada bermacam-macam, contohnya yoga ashtanga, yoga hatha, yoga iyengar, yoga bikram, dan lain sebagainya. Tidak semua yoga ini dapat dilakukan oleh ibu dan anak. Sebagai contoh, gaya Bikram dan Ashtanga tidak dianjurkan bagi anak-anak karena membutuhkan tingkat ketahanan tubuh yang cukup tinggi. Bikram adalah jenis yoga yang dilakukan dalam ruangan yang sangat panas, kondisi ini tidak baik untuk anak-anak yang dapat cepat mengalami dehidrasi dan tidak terbiasa dengan suhu ekstrim. Sedangkan yoga Ashtanga melibatkan gerakan-gerakan yang cepat dan sangat menekankan latihan kekuatan otot lebih dari yoga lainnya. Tentunya apabila ibu dan anak mengikuti kelas yoga yang khusus untuk populasi tersebut atau menggunakan jasa pelatih pribadi yang sesuai, maka seharusnya pelatih memandu sedemikian rupa sehingga jenis yoga dan gerakan-gerakan yang dilakukan telah disesuaikan dengan populasi ibu maupun anak.
Rambu-rambu:
  1. Pastikan lingkungan tempat dilakukannya latihan yoga aman dan nyaman, yaitu dengan lantai yang rata, dengan menggunakan yoga mat yang bersih dan kering, suhu ruangan tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas, kondisi ruangan jauh dari keramaian dan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi.
  2. Pastikan instruktur kelas yoga terlatih dan terbiasa melakukan kelas yoga bagi anak-anak.
  3. Anak-anak sebaiknya memulai latihan 2- 4 jam sesudah makan besar atau 1-2 jam sebelum makan ringan/camilan. Hal ini untuk mencegah si kecil berolahraga dengan perut masih terisi sehingga tidak menyebabkan gangguan pencernaan seperti mudah mual atau bahkan muntah.
  4. Untuk mencegah terjadinya cidera, lakukan setiap gerakan yoga dengan perlahan-lahan, sambil berkonsentrasi dan tanpa memaksakan pose di luar kemampuan si kecil. Hindari gerakan-gerakan cepat, apalagi yang dilakukan dengan kecepatan tinggi.
  5. Sediakan botol air minum di samping Anda untuk air minum si kecil selama yoga. Hal ini supaya si kecil tidak mengalami kekurangan cairan dan dapat memperoleh pengganti cairan dengan cepat.
  6. Jangan melakukan yoga apabila si kecil sedang sakit atau tidak enak badan.
Untuk mendukung aktivitas si kecil, Anda dapat memberikan dukungan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Nutrisi dan vitamin yang diperlukannya dapat dicukupi melalui pemberian menu makan kesehariannya. Namun jika Anda berniat untuk memberikan multivitamin untuk si kecil, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Studi Menemukan Tanda-Tanda Awal Autisme Pada Otak Bayi







klikdokter.com - Anak-anak yang berpotensi menderita autisme sudah menunjukkan tanda-tanda respon otak yang berbeda dalam tahun pertama kehidupan mereka, para ilmuwan mengatakan pada Kamis (26/01/2012) seperti dilansir dari FoxNews, dalam sebuah studi yang mungkin di masa depan bisa membantu dokter imtil dapat mendiagnosa gangguan tersebut lebih awal.

Peneliti Inggris mempelajari 104 bayi yang berusia 6 sampai 10 bulan dan kemudian kembali dipelajari setelah bayi tersebut berusia 3 tahun, dan menemukan bahwa mereka yang berpotensi menderita autisme memiliki pola aktivitas otak yang tidak biasa ketika melakukan kontak mata dengan orang lain. Temuan ini menyarankan penilaian otak secara langsung bisa membantu memprediksi risiko masa depan autisme pada bayi umur 6 bulan, kata Mark Johnson dari Birkbeck di University of London, yang memimpin penelitian.
Autisme, yang mempengaruhi sekitar 1 persen orang di seluruh dunia, mencakup spektrum gangguan mulai dari keterbelakangan mental dan ketidakmampuan mendalam untuk berkomunikasi dengan gejala yang relatif ringan seperti terlihat pada orang dengan sindrom Asperger.
Karakteristik perilaku autistik cenderung tidak muncul pada usia sebelum 2 tahun dan diagnosa biasanya hanya dilakukan setelah usia ini. "Karena tidak ada tanda-tanda perilaku yang baik pada usia muda (di bawah 1 tahun), kami ingin melihat apakah dengan mengukur aktivitas otak secara langsung, kita mungkin dapat mengambil tanda-tanda peringatan yang lebih awal," Johnson mengatakan dalam sebuah wawancara telepon.
Timnya melihat bayi berisiko lebih besar terkena autisme di kemudian hari karena mereka memiliki kakak atau adik dengan kondisi tersebut. Para peneliti menggunakan sensor pasif ditempatkan pada kulit kepala untuk memantau aktivitas otak ketika bayi melihat wajah-wajah yang sebelumnya melihat mereka kemudian memalingkan muka.
Bayi-bayi yang tumbuh normal menunjukkan perbedaan yang jelas dalam aktivitas otak dalam menanggapi wajah yang melihat ke arah mereka dibandingkan dengan wajah berpaling. Sebaliknya, sebagian besar bayi dengan gejala-gejala autisme menunjukkan jauh lebih sedikit dari perbedaan dalam aktivitas otak ketika seseorang melakukan kontak mata dan kemudian berpaling.
Para peneliti memperingatkan bahwa bagaimanapun prediksi ini tidak 100 persen akurat, sebagaimana studi ini tidak menemukan kasus bayi yang tidak memiliki perbedaan dalam fungsi otak. Johnson mengatakan hasil ini adalah langkah pertama menuju diagnosis awal autisme, tetapi menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi dan memperkuat penanda aktivitas otak.

Pemberian Vaksin Tidak Menyebabkan Autisme






Oleh: dr. Dewi Ema Anindia

KlikDokter.com - Sebanyak 10% orangtua akan melewati atau mengundur-undur vaksin rutin untuk anak, karena ketakutan akibat anaknya yang mendapat terlalu banyak vaksin dalam waktu yang sangat dekat. Studi terbaru menemukan bahwa anak yang mendapatkan vaksin sesuai dengan jadwal penuh tidak ada hubungannya dengan resiko autisme.
Geraldine Dawson, chief science officer Talk of autism, mengatakan bahwa studi baru ini merupakan hal yang sangat penting dalam dunia medis dan hal yang dapat menghapus kekhawatiran orangtua hampir satu dunia. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics, merupakan studi terbaru dari hampir 20 studi terdahulu yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah vaksin yang diterima oleh anak pada masa kecil, atau jumlah vaksin yang anak dapat dalam satu hari dengan autisme.
Studi ini juga merupakan studi pertama yang dapat meluruskan ketakutan banyak orang mengenai pemberian vaksin multipel yang katanya dapat menstimulasi sistem imun anak yang  berlebihan sehingga ditakutkan dapat menimbulkan masalah jangka panjang. Sejarahnya 20 tahun yang lalu, anak dijadwalkan untuk vaksin terhadap 9 penyakit namun saat ini tercatat ada 14 penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, menurut pendapat dari CDC (Center for Disease Control and Prevention). Walaupun pada masa yang akan datang, anak akan mendapat lebih banyak suntikan namun vaksin yang baru akan lebih baik untuk sistem imun karena hanya menggunakan sedikit antigen untuk mengstimulasi sistem imun untuk mengeluarkan antibodi yang nantinya akan memblokade infeksi.
Akibat perubahan baru ini, anak berusia 2 tahun yang melakukan vaksin lengkap sesuai jadwal akan terekspos dengan 315 antigen, dan hanya merupakan jumlah yang cukup sedikit dibandingkan dengan berjuta-juta mikroba yang dapat terekspos oleh bayi pada saat kelahiran.
Penelitian ini membenarkan penelitian sebelumnya tahun 2012, membandingkan bayi yang mendapat vaksin lengkap hingga tahun-tahun pertama kehidupan dengan bayi yang tidak melengkapi jadwal vaksin. Para peneliti tidak menemukan perbedaan neuropsikologikal, seperti kegagapan ataupun nilai test IQ yang lebih rendah antar 2 kelompok.
Seperti yang dikemukakan oleh Michael Smith, seorang spesialis infeksi pediatrik di University of Louisville School of Medicine, tidak ada gunanya menunda pemberian vaksin karena saat kita menunda, kita hanya meningkatkan resiko anak terkena infeksi.



Informasi Bagi Orangtua







Penting adanya program vaksinasi bagi bagi bayi pada masa perkembangannya. Pastikan bayi Anda sudah menjalani proses vaksinasi tepat pada jadwalnya. Dimana disinilah peran krusiil dari tanggung jawab seorang orangtua. Imunisasi atau vaksinasi yang biasanya diberikan oleh pihak kesehatan yang berkompetensi wajib diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak.

Imunisasi adalah suatu prosedur rutin yang bertujuan menjaga kesehatan anak anda. Kebanyakan dari imunisasi ini adalah untuk memberi perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya dan sering terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan seorang anak. Walaupun pengalaman sewaktu mendapatkan vaksinasi tidak menyenangkan untuk bayi anda, tapi rasa sakit yang sementara akibat suntikan ini adalah untuk kesehatan anak dalam jangka waktu panjang.

Salah satu ancaman terhadap manusia adalah penyakit, terutama penyakit infeksi yang dibawa oleh berbagai macam mikroba seperti virus, bakteri, parasit, jamur. Walau tubuh manusia memiliki sistem imun sendiri untuk mengatasi penyakit sampai batas tertentu, tidak bisa tidak, di awal masa tumbuh kembang manusia tetap memerlukan asupan imun untuk mendukung kesempurnaan kinerja imunitas tubuh untuk menghadapi varian penyakit yang lebih ganas.

Tetapi bila kuman penyakit itu ganas, sistem pertahanan tubuh (terutama pada anak-anak atau pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang lemah) tidak mampu mencegah kuman itu berkembang biak, sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa kepada cacat atau kematian.

Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.

Pada saat pertama kali kuman masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya, reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai referensi akan pengenalan kepada kuman yang masuk ke tubuh tersebut.

Namun pada reaksi yang kedua dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori pengenalan untuk mengenali kuman tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang relatif cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak.

Oleh karena itu, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, imunisasi atau vaksinasi dianggap perlu bahkan wajib. Tentunya tujuan tindakan ini ialah bagian dari tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut. Atau jika terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang fatal bagi tubuh.

Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif;


  1. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi polio atau campak.
  2. Imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak.
Langkah awal yang tepat dan terpenting sebelum memberikan vaksinasi kepada bayi adalah mengkonsultasikan kondisi kesehatan bayi jika bayi sedang sakit yang disertai panas ataupun menderita kejang-kejang sebelumnya atau menderita penyakit system saraf.

Sumber: klikdokter.com

Imunisasi Polio



Penyakit Polio ini disebabkan oleh virus polio yang termasuk kelompok enterovirus, famili picornaviridae. Saat ini dikenal ada 3 subtipe yaitu P1, P2 & P3. Virus ini tidak aktif bila kena panas, formaldehid, chlorine & sinar UV.
Penyakit ini menyebar dari orang satu ke orang lain melalui jalur oral-fecal, virus sangat menular pada kontak dalam rumah tangga jika anggota keluarga tersebut tidak mendapatkan imunisasi.
Penderita polio akan tetap jadi sumber penularan antara 7-10 hari sebelum dan sesudah timbul gejala, namun virus masih dapat ditemukan pada feses sampai 3 hingga 6 minggu. Kerusakan yang ditimbulkan dari virus ini biasanya terjadi pada sumsum tulang dan batang otak yang berakibat kelumpuhan. Implikasi yang ditumbulkan oleh virus polio adalah lumpuh layuh, maksudnya lumpuh dan lemah.
Karena sudah menimbulkan wabah di seluruh dunia maka pada pada tahun 1988 dilakukan eradikasi polio (ERAPO) secara global. Dimana pemberantasan polio diambil dengan sistem program imunisasi rutin. Berkaitan dengan hal tersebut, ada juga Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
Dimana tujuan PIN adalah untuk memberikan vaksin polio secara serentak dalam waktu bersamaan sehingga virus polio liar tidak punya kesempatan berkembang dalam tubuh, lalu mati setelah keluar dari tinja.
Imunisasi polio ada dua macam, yang pertama oral polio vaccine atau vaksin tetes mulut. Sedangkan yang kedua inactivated polio vaccine, ini yang disuntikkan.
Oral polio vaccine atau vaksin tetes mulut polio relatif mudah diberikan, murah, dan mendekati rute penyakit aslinya. Sementara proses vaksinasi melalui penyuntikan memiliki efek proteksi lebih baik namun mahal dan tidak punya efek epidemiologis.
Terdapat beberapa efek samping dari pemberian imunisasi polio,  namuin efek samping yang terjadi dibawah takaran prosentase 0,5-1% masih termasuk kecil.
Sumber: klikdokter.com

6 Vitamin dan Mineral untuk Anak Cemerlang







Oleh: dr. Puti Naindra Alevia

Klikdokter.com - Vitamin dan mineral merupakan nutrien yang penting dalam menyokong pertumbuhan dan perkembangan anak. Apa saja manfaatnya?
  1. Vitamin A berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan, perbaikan jaringan dan tulang, serta kesehatan kulit, mata, dan respon imun. Sumber vitamin ini antara lain susu, keju, telur, sayuran berwarna kuning dan oranye seperti wortel.
  2. Vitamin B, termasuk B2, B3, B6, dan B12, membantu metabolisme, produksi energi, dan sistem pembuluh darah serta saraf yang sehat. Sumber vitamin ini antara lain daging sapi, ayam, ikan, kacang-kacangan, telur, susu, keju.
  3. Vitamin C mendukung kesehatan otot, jaringan ikat, dan kulit. Sumber yang baik termasuk buah-buahan seperti jeruk, strawberry, dan sayur-sayuran tomat dan brokoli.
  4. Vitamin D penting untuk pembentukan tulang dan gigi serta membantu tubuh menyerap kalsium. Sumber yang baik adalah susu dan produk susu lain yang sudah difortifikasi dan minyak ikan. Namun, sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari.
  5. Kalsium membantu pembentukan tulang yang kuat. Sumbernya antara lain susu, keju, yogurt, tahu, dan jus jeruk yang sudah difortifikasi.
  6. Besi membantu membangun otot dan penting dalam pembentukan sel darah merah. Defisiensi atau kekurangan besi dapat terjadi pada anak yang baru mulai mendapatkan makanan tambahan serta pada remaja (masa pertumbuhan cepat), terutama pada anak remaja perempuan yang mulai mengalami menstruasi. Sumber yang baik termasuk daging merah dan bayam.
Penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral ini dengan memberikan diet yang seimbang dan bervariasi untuk anak Anda. Perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan beraneka warna. Selain itu, perhatikan kandungan nutrien pada label makanan dan minuman yang Anda beli.

Pengertian Imunisasi


Imunisasi

Definisi

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit.
Vaksin tidak hanya menjaga agar anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak.

Vaksin secara umum cukup aman. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul.
Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, yang sekarang ini sudah jarang ditemukan.